mata
"Hampir semua orang punya mata.
tapi
Tidak semua orang yang punya mata benar-benar melihat."
Mata tidak pernah memilih
apa yang masuk ke dalamnya.
Ia hanya menerima cahaya.
Namun...
yang memberi arti
bukanlah mata.
Melainkan hati,
pikiran,
dan pengalaman.
Dua orang bisa memandang
langit yang sama.
Yang satu melihat
awan.
Yang lain melihat
kenangan.
Sering kali,
yang paling jelas
justru tidak terlihat.
Bukan karena tersembunyi.
Tetapi karena kita
terlalu sibuk mencari
hal lain.
Mata tidak pernah berbohong.
Yang sering berbohong
adalah kesimpulan
yang kita buat
setelah melihat.
Barangkali...
melihat
bukan tentang
seberapa tajam penglihatanmu.
Melainkan
seberapa bersedia
kamu memahami
apa yang ada
di hadapanmu.
Karena pada akhirnya,
mata hanya menangkap cahaya.
Kitalah
yang memutuskan
apa maknanya.