Nameserver

HOW DNS WORKS

Nameserver adalah server yang menyimpan data DNS suatu domain.
Tugas utamanya: menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP server.

Contoh sederhana:

  • Kamu ketik → google.com
  • Internet tidak paham nama itu
  • Internet hanya paham IP address seperti → 142.250.190.78
    Nah nameserver-lah yang memberi tau IP itu.

Alurnya kira-kira begini:

  1. Kamu ketik domain di browser (misal aldi.my.id)
  2. Browser tanya ke DNS resolver (biasanya dari ISP)
  3. Resolver tanya ke nameserver domain
  4. Nameserver jawab: domain.com → 192.168.1.1
  5. Browser langsung ke server tersebut.

Jadi singkatnya:

Nameserver adalah buku alamat domain di internet untuk mencaritau alamat suatu IP

Table Of Contents


Berikut adalah cara kerja Nameserver di tingkat DNS;


1️⃣ Nameserver biasanya minimal 2

Contoh:

ns1.hosting.com
ns2.hosting.com

Kenapa dua?

Supaya redundansi / backup kalau satu server mati.


2️⃣ Nameserver menentukan pengaturan DNS:

Bayangkan DNS ini adalah buku telepon raksasa untuk internet.

1. A Record (Address)

  • Ini adalah record yang paling mendasar. Fungsinya menghubungkan Nama Domain langsung ke Alamat IP (IPv4) server tempat website kamu berada.
  • Contoh: google.com diarahkan ke 142.250.190.46.
  • Analogi: Seperti menghubungkan nama "Toko Budi" ke alamat fisik "Jalan Melati No. 5".

2. CNAME Record (Canonical Name)

  • Record ini digunakan untuk membuat alias atau nama samaran. CNAME tidak mengarah ke IP, melainkan mengarah ke domain lain (A Record lain).
  • Contoh: Kamu ingin www.domainku.com mengarah ke domain utama domainku.com. Jika IP server berubah, kamu cukup ganti di A Record domain utama saja.
  • Catatan: CNAME biasanya tidak bisa digunakan untuk domain utama (root domain), hanya untuk subdomain. Tapi tetap bisa digunakan jika tidak pernah memiliki A record.

3. MX Record (Mail Exchanger)

  • Ini Khusus untuk urusan Email. Record ini memberi tahu internet, server mana yang bertugas menerima email yang dikirim ke domain kamu.
  • Fitur Khusus: Memiliki nilai Priority. Semakin kecil angkanya, semakin tinggi prioritas server tersebut. Semakin didahulukan oleh sistem.
    Misalnya domain kamu:
    domain.com
    Konfigurasi MX record bisa seperti ini:
    domain.com   MX   10   mail1.domain.com
    domain.com   MX   20   mail2.domain.com
    
  • Artinya:

    1️⃣ Sistem email akan mencoba mail1.domain.com dulu
    2️⃣ Kalau server itu mati / tidak bisa dihubungi, baru coba mail2.domain.com

  • Contoh: Jika kamu pakai Google Workspace, MX record-nya akan diarahkan ke server Google.

4. TXT Record (Text)

  • Record ini berisi informasi teks yang bisa dibaca oleh mesin luar. Fungsinya bukan untuk mengarahkan trafik, melainkan untuk memberikan informasi atau instruksi.
  • Kegunaan Utama: Verifikasi Kepemilikan, misal Membuktikan ke Google atau Facebook bahwa kamu benar-benar pemilik domain.
  • Keamanan Email (SPF, DKIM): Mencegah email kamu dianggap spam oleh orang lain.

5. NS Record (Name Server)

  • Menentukan server DNS mana yang memiliki otoritas penuh atas zona domain.
  • Ketika NS diarahkan ke server tertentu, semua query DNS domain tersebut akan ditanyakan ke server itu, bukan ke tempat domain dibeli.
    Fungsi: Jika kamu beli domain di A, hosting di B, tetapi ingin mengelola DNS di C, maka:
  1. Domain tetap terdaftar di A (Registrar)
  2. Kamu ubah NS Record domain di A → ke nameserver milik C
  3. Semua pengaturan DNS (A, CNAME, MX, TXT, dll) dilakukan di panel DNS C
    Artinya:
    1
    2
    3
    Registrar (A) → hanya menyimpan domain
    DNS Manager (C) → mengatur semua DNS record
    Hosting (B) → server tempat website berjalan
    

Contoh Nyata

Misalnya:

1
2
3
4
Registrar  : Niagahoster
Hosting    : DigitalOcean
DNS Manager: Cloudflare
Domain     : example.com

Langkahnya:

1️⃣ Di registrar (Niagahoster)
Ubah nameserver domain:

1
2
3
example.com
NS → lisa.ns.cloudflare.com
NS → mark.ns.cloudflare.com

Sekarang Cloudflare menjadi otoritas DNS.

2️⃣ Di DNS Manager (Cloudflare)
Kamu buat record yang mengarah ke hosting:

1
2
3
4
5
example.com      A       104.26.10.10
www              CNAME   example.com
api              A       178.128.25.10
mail             A       178.128.25.11
example.com      MX      10 mail.example.com

Artinya:

  • Website utama → server hosting B
  • API → server lain
  • Email → server mail

Alur DNS Query yang Terjadi

Saat seseorang membuka:

https://example.com

Urutannya:
1️⃣ Browser tanya ke DNS resolver (ISP / Google DNS)
2️⃣ Resolver cek NS domain example.com

NS → lisa.ns.cloudflare.com
NS → mark.ns.cloudflare.com

3️⃣ Resolver bertanya ke Cloudflare

example.com → A → 104.26.10.10

4️⃣ Browser lalu mengakses server tersebut.
Jadi:

User → DNS Resolver → Cloudflare (NS) → IP Hosting

Struktur Peran Sistem
Komponen Fungsi
Registrar (A) Tempat domain didaftarkan
Nameserver (C) Server yang mengatur DNS
Hosting (B) Server tempat website berjalan
Yang paling penting:
> NS menentukan siapa yang berhak menjawab semua pertanyaan DNS domain tersebut.

Analogi

Bayangkan sebuah kompleks apartemen:

  • Registrar (A) → Kantor pencatatan alamat kota
  • Nameserver (C) → Satpam kompleks yang tahu semua unit
  • Hosting (B) → Rumah sebenarnya tempat orang tinggal

Kalau orang bertanya:

"Dimana rumah example.com?"

Mereka akan diarahkan ke:

satpam (nameserver)

yang menjawab:

"rumahnya di server 104.26.10.10"

  • Catatan Teknis Penting
    1️⃣ NS bukan tempat mengatur DNS
    NS hanya menunjuk server yang mengatur DNS.
    DNS record tetap dibuat di server yang ditunjuk oleh NS.

2️⃣ Mengganti NS sama dengan memindahkan seluruh kontrol DNS
Jika kamu ganti NS:

1
2
3
ns1.hostA.com
ns1.cloudflare.com

maka semua DNS record lama tidak berlaku lagi kecuali dibuat ulang di server baru.


3️⃣ DNS Propagation
Perubahan NS biasanya membutuhkan waktu:

5 menit  24 jam

karena cache DNS global.


Contoh Arsitektur DNS Modern

Banyak sistem besar memakai model ini:

1
2
3
4
5
Domain registrar   Namecheap
DNS management     Cloudflare
Hosting website    Vercel
API server         AWS
Mail server        Google Workspace

DNS recordnya bisa seperti ini:

1
2
3
4
example.com     A       76.76.21.21      (Vercel)
api             A       54.12.33.10      (AWS)
mail            A       142.250.27.27    (Google)
example.com     MX      1 ASPMX.L.GOOGLE.COM

Semua dikelola dari Cloudflare karena NS diarahkan ke sana.

6. SRV Record (Service)

  • Digunakan untuk menentukan lokasi layanan spesifik (seperti VoIP, protokol chatting, atau server game) yang berjalan di domain tersebut.
  • Isinya: Mencakup informasi Port, Priority, dan Weight.
  • Contoh: Sering digunakan untuk konfigurasi Office 365 atau server Minecraft agar pemain bisa terhubung tanpa harus mengetik port secara manual.
    Contoh:
1
2
3
domain.com      A      103.10.10.10
www             CNAME  domain.com
mail            A      103.10.10.11

DNS INFORMATION END

3️⃣ Nameserver biasanya dari provider hosting

Misalnya:

Provider Nameserver
Cloudflare abby.ns.cloudflare.com
Niagahoster ns1.niagahoster.com
cPanel hosting ns1.domainhost.com

Kalau kamu ganti nameserver, semua DNS ikut pindah.


4️⃣ Propagasi DNS

Kalau kamu ganti nameserver:

Biasanya butuh waktu 5 menit – 24 jam supaya seluruh dunia update.

Ini disebut:

DNS Propagation


Apakah Nameserver Bisa untuk Subdomain?

Jawabannya: BISA. 👍
Ini disebut delegasi DNS.

Contoh:

Domain utama:

domain.com

Nameserver utama:

ns1.mainhost.com
ns2.mainhost.com

Lalu kamu bisa delegasikan subdomain:

game.domain.com

ke nameserver lain:

ns1.gamehost.com
ns2.gamehost.com

Contoh konfigurasi di DNS:

game.domain.com   NS   ns1.gamehost.com
game.domain.com   NS   ns2.gamehost.com

Artinya:

  • domain.com tetap di server A
  • game.domain.com dikelola server B

Ini sering dipakai untuk:

  • server game
  • CDN
  • layanan berbeda
  • multi hosting

Contoh Kasus Nyata

Misalnya kamu punya domain:

loot.my.id

kamu bisa bikin:

1
2
3
profile.loot.my.id
api.loot.my.id
game.loot.my.id

bahkan:

game.loot.my.id → nameserver berbeda

jadi:

domain utama = website
subdomain = server game / API

Hal Teknis yang Penting Diketahui

Beberapa konsep penting:

1️⃣ TTL (Time To Live)
Berapa lama DNS disimpan di cache.

Contoh:

TTL 300 = 5 menit
TTL 3600 = 1 jam

2️⃣ Glue Record

Kalau nameserver pakai domain sendiri:

ns1.domain.com

harus dibuat glue record di registrar.


3️⃣ Anycast DNS

DNS modern seperti:

  • Cloudflare
  • Google DNS

pakai Anycast supaya lebih cepat di seluruh dunia.


Kesimpulan Singkat

Nameserver adalah:

server yang mengatur ke mana domain diarahkan.

Fungsi utama:

  • menerjemahkan domain → IP
  • menyimpan semua record DNS
  • mengontrol email, web, API, dll

Dan ya:

✅ subdomain bisa punya nameserver sendiri
✅ bisa beda server
✅ sering dipakai untuk sistem besar

Edit

Pub: 25 Jun 2021 06:40 UTC

Edit: 06 Mar 2026 12:37 UTC

Views: 21